Ilustrasi Merenung   Dan Ingin Mencurahkan Isi Hati Tempat Curhat (Mencurahkan Isi Hati) Terbaik

Informasi –  Pada dasarnya, siapa sih orang yang tak ingin menceritakan keluhan, harapan, atau rasa sakit yang diderita? Sungguh fitrah jikalau di antara kita ingin mencurahkan isi hati atau mengembangkan rasa, terutama anak pada orang tuanya atau sebaliknya, istri pada suaminya atau sebaliknya, dan antara sesama mitra (khususnya yang sanggup menjaga aib).

Namun, pada kesannya kita akan tetap merasa kecewa lantaran kita curhat hanya pada sebatas makhluk. Pihak atau orang yang kita ajak bicara atau mengembangkan rasa ini lama-lama akan merasa lelah juga manakala kita curhat padanya. Curhat kepada sesama makhluk terkadang timbul rasa marah, tersinggung, orang itu ingin diperhatikan pula, dihargai, dibutuhkan, tertimpa sakit, meninggal dunia dan lain-lain. Inilah kelemahan curhat kepada sesama makhluk.

Tempat curhat terbaik


Mengapa kita tidak menyadari, padahal Allah sebagai khalik (Yang Maha Pencipta) yaitu kawasan sebaik-baiknya mengadu (curhat). Dia (Allah) tidak bermasalah, akan tetapi Dia yaitu solusi dari segala permasalahan. Semua makhluk berserah kepada Allah dengan sukarela maupun terpaksa, sebagai mana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala: “Maka mengapa mereka mencari agama selain agama Allah, padahal apa yang di langit dan di bumi berserah diri kepada-Nya, (baik) dengan suka maupun terpaksa, dan hanya kepada-Nya mereka dikembalikan?” (Al-Qur’an surat Ali-Imran ayat 83). Dia (Allah) yaitu Rabb yang mengatur alam semesta ini (Rabbul ‘alamin) dan raja sekalian makhluk. Semua diatur berdasarkan kehendak-Nya, alasannya yaitu Dia yaitu penciptanya.

Selain dari Allah, maka mereka yaitu yang diatur (marbub) ibarat halnya kita sebagai manusia, dibentuk dan dicipta, diperhamba sukarela ataupun terpaksa. Dengan demikian, Allah merupakan satu-satunya (tunggal) Dzat Yang Maha Suci, Esa, Kuasa (berkuasa penuh), Pencipta, Yang Mengadakan, Yang Membentuk, dan pemilik segala-galanya.

Allah sendiri tidak membutuhkan bantuan. Dia tidak memiliki sekutu yang membantu-Nya dan tidak pula memiliki lawan yang menandingi-Nya. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala, “… Katakanlah, ‘Cukuplah Allah Bagiku.’ Kepada-Nyalah bertawakal orang-orang yang berserah diri.” (Al-Qur’an surat Az-Zumar ayat 38).

“Apabila Allah menimpakan suatu kemadlaratan (bencana) kepadamu, maka tidak ada yang menghilangkannya melainkan Dia sendiri. Dan Apabila Dia mendatangkan kebaikan kepadamu, maka Dia Maha Kuasa atas tiap-tiap (segala) sesuatu.” (Al-Qur’an surat Al-An’am ayat 17). Makara apa yang dikendaki Allah pasti akan terjadi.

Curhat kepada Allah ini hanya sanggup terjadi apabila hati kita memang benar-benar membutuhkan Allah. Hal itu sanggup dilihat dari dua (2) hal, yaitu dari segi ibadah dan dari segi meminta pertolongan (isti’anah) dengan memanjatkan do’a. Indikator atau hasil penilaiannya yaitu apabila hati kita menjadi merasa yummy atau senang, tenang, tentram, merasa beruntung, tidak merasa berat dengan beribadah kepada Allah, bertambah cinta kepada Allah, dan bertambah pula keyakinan untuk bertawakal hanya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala semata.

Curhat kepada makhluk, mungkin sanggup kita rasakan perasaan riang dan perasaan hati menjadi enak, namun tentu hal tersebut tidak sanggup mendapat perasaan tentram dan ketenangan, lantaran di situ tidak ada suatu yang sangat dibutuhkan (yaitu Allah) yang perlu disembah dan dicintai sebagai tujuan akhir.

Seseorang yang mencicipi kebersamaan dan menentramkan dirinya, merupakan aplikasi dari Allah-lah yang ia butuhkan melalui proses ibadah, pertolongan dan do’a. “Hanya kepada-Mu kami menyembah, dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan.” Al-Qur’an surat Al-Fatihah ayat 5l. Allah Subhanahu wa Ta’ala jugq berfirman, “Berdo’alah kepada-Ku, pasti akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hibda dina.” (Al-Qur’an surat Al-Mu’Min ayat 60).

Pengabdian kepada Allah tidak akan terealisasi apabila seseorang menyayangi selain Allah, atau menyebabkan selain Allah sebagai keinginan untuk menolongnya (misalnya seseorang curhat kepada makhluk (baik kepada ustadz/guru, psikolog, psikiater, teman karib dan lain-lain), kemudian menyebabkan orang tersebut sebagai satu-satunya sumber penyelesaian duduk masalah atau sumber petunjuknya).

Seaungguhnya yang ibarat itu merupakan kesalahan, ia tidak menyadari bahwa yang menyebabkan demikian (segala penyelesaian duduk masalah atau sumber petunjuk) justru Allah semata. Makara apabila duduk masalah terselesaikan melalui makhluk, itu bukan lantaran makhluk itu, akan tetapi Allah-lah yang telah menghendakinya melalui mediator makhluk tersebut. Makara bergotong-royong  tidak ada satu pun yang sanggup dibutuhkan bantuannya melainkan Allah saja, sekalipun ia (yang membutuhkan penyelesaian duduk masalah atau sumber petunjuk) telah menempuh atau melaksanakan banyak sekali cara dan jalan.

Keunggulan atau laba curhat kepada Allah tergambar dari keterangan hadits shahih yang telah diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiallahu anhu, yakni, “Barangsiaoa mendekati Aku sejengkal, Aku akan mendekati beliau sehasta, barangsiapa mendekati Aku sehasta, Aku dekati beliau sedepa, dan barangsiapa tiba kepada-Ku dengan berjalan kaki, Aku akan tiba kepadanya dengan berlari.”.

Menurut Ibnu Taimiyah, tingkatan cinta yang tertinggi ialah berbentuk penghambaan makhluk terhadap Allah, diawali oleh relasi hati dengan pihak yang dicintai itu, kemudian dilanjutkan dengan curahan hati (curhat), kemudian timbul rasa pengorbanan lantaran perasaan cinta yang mendalam dalam hati, disusul oleh perasaan rindu, dan yang terakhir berbentuk penghambaan.

Nah, itulah artikel perihal “Tempat Curhat (Mencurahkan Isi Hati) Terbaik“. Apabila terdapat kesalahan dalam penulisan, mohon maaf. Jika ada kritik, saran maupun hal-hal lainnya, sanggup menghubungi Admin di sajian yang telah tersedia 🙂 Semoga artikel ini bermanfaat dan sanggup membawa dampak yang baik. Wallahu a’lam bisshawab


“Gambar dan isi goresan pena di dalam postingan ini diambil dan diperbaharui dari banyak sekali sumber, mohon maaf apabila terdapat kesalahan, baik itu maksud dari isi postingan ini atau kesalahan apapun. Bijaklah dan selalu berguru untuk mengambil sisi positifnya ya sob!”

Kata kunci terkait pada artikel ini:

Sebaik-baik kawasan untuk curhat (curahan isi hati)