Alasan Warga Maluku Tengah Bertahan Di Pengungsian, Dari Trauma Hingga Tidak Ada Tempat Kembali

Berita Maluku dari tempat pengungsian gempa Maluku Tengah. Warga tidak bisa kembali ke desanya karena trauma terhadap gempa dan tidak lagi memiliki rumah.

 

Warga Maluku Tengah yang terdampak gempa berkekuatan 6,1 skala Richter tanggal 16 Juni 2021 lalu masih bertahan di pengungsian. Jumlah pengungsi disinyalir mencapai 7.227 orang. Berita Maluku hari ini menyebutkan alasan warga bertahan karena masih trauma. Juga karena rumah mereka telah hancur karena gempa.

Menurut sumber berita Maluku, Para pengungsi tersebut berasal dari Kecamatan Tehoru. Meliputi empat desa yaitu Desa Yaputi (432 kepalakeluarga, 2.018 jiwa). Juga DesaTehoru (129 kepalakeluarga, 758 jiwa), Desa Saunulu (310 kepalakeluarga, 1.336 jiwa) dan Desa Haya.

Pihak BPBD dan TNI/Polri menganjurkan warga untuk kembali kepemukiman karena gempa telah mereda. Namun warga masih trauma dan khawatir akan gempa susulan. Selain juga sebagian warga sudah tidak memiliki tempat tinggal dan harta benda.

Kondisi Di Pengungsian Memprihatinkan, Kurang Sarana Dan Prasarana

Sementara suasana yang padat di pengungsian diperburuk oleh kondisi yang memprihatinkan. Para pengungsi sangat membutuhkan tenda dan selimut. Terutama untuk anak-anak dan lansia.

Sarana MCK juga buruk. Sehingga para pengungsi dibayang-bayangi penyakit menular seperti diare dan penyakit kulit jika tidak kembali. Atau jika tidak ada bantuan untuk memperbaiki sarana dan prasarana di pengungsian.

Dalam kunjungannya kepengungsian pada tanggal 17 Juni 2021 kemarin, Bupati Maluku Tengah Tua sikal Abua berjanji akan memberikan bantuan obat-obatan dan makanan secepatnya. Adapun masalah MCK dan prasarana lainnya belum bisa dituntaskan. Namun akan diselesaikan secepatnya.

Gempa berkekuatan 6,1 skala richter mengguncang Maluku Tengah pada 16 Juni 2021 lalu dan mengakibatkan korban serta kerusakan di Kecamatan Tehoru dan beberapalokasi di sekitarnya.

Gempa juga menyebabkan tsunami setinggi 0,5 meter dan merusak penahan gelombang di pantai sepanjang 300 meter. Hingga saat ini rumah-rumah warga, sebuah masjid dan sekolah masih belum sepenuhnya bisa diperbaiki dan dipergunakan kembali.

Demikian berita Maluku terkini. Anda dapat mengakses berita terkini Indonesia timur lainnya di situs www.radiodms.com.

Write a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *