Ernest Prakasa Tanggapi soal Omnibus Law, Ini Harapan sang Komika untuk UU Cipta Kerja

Seleb

Komika sekaligus sutradara Ernest Prakasa sampaikan tanggapan soal polemik pengesahan UU Cipta Kerja. Ernest menyampaikan kegelisahannya melalui akun media sosial Twitter pribadinya. Tanggapan soal polemik Omnibus Law UU Cipta Kerja Ernest sampaikan melalui utas di akun Twitter pribadinya @ernestprakasa, Kamis (8/10/2020), kemarin.

Melalui cuitannya tersebut, sutradara film Imperfect itu menyampaikan keluhan terkait Omnibus Law yang kini ramai diperdebatkan. Apakah saya sudah membaca draft lengkap UU Omnibus? Belum. Apakah saya sudah membaca pasal pasal yang menurut saya merugikan pekerja? Sudah, " tulis Ernest.

Menurut Ernest, mengidentifikasi pasal pasal bermasalah cukup untuk menjadi alasan masyarakat dalam menentang UU Ciptaker tersebut. "Apakah menurut saya mengidentifikasi pasal pasal bermasalah, tanpa membaca draft lengkap, bisa menjadi landasan untuk protes? Iya," tandas Ernest. Ernest menyebut jika UU Ciptaker memang ditujukan untuk mempermudah investor dalam membuka lapangan pekerjaan.

Namun, dalam UU Ciptaker, menurut Ernest tidak bertujuan untuk membela hal pekerja. Ernest mengakui jika tidak semua pasal memiliki dampak buruk. Melalui cuitannya tersebut, Ernest juga menuliskan harapan terkait UU Ciptaker.

Ernest berharap agar UU sepenuhnya memberikan dampak yang baik. Terkhusus untuk seluruh masyarakat Indonesia. "Apakah UU Omnibus sepenuhnya buruk? Tentu tidak. Tapi menurut saya sebagai warga negara, 'Tidak Sepenuhnya Buruk' belumlah cukup."

"Saya berharap, sebuah UU perlu mencapai titik “Sepenuhnya Baik'. Atau saya yang berharap terlalu banyak?" ujar Ernest. Presenter sekaligus pengusaha, Ruben Onsu beri tanggapan perihal omnibus law UU Cipta Kerja. Hal tersebut disampaikan dalam video yang diunggah di kanal YouTube KH Infotainment, Kamis (8/10/2020).

Ketika ditemui, Ruben Onsu mengaku belum baca sepenuhnya ratusan halaman dari omnibus law UU Cipta Kerja. "Kalau buat saya, saya belum baca karena ada seribu halaman." "Belum baca semua, baru depan depannya doang," terang Ruben Onsu.

Namun sebagai seorang pengusaha, Ruben Onsu memastikan omnibus law UU Cipta Kerja memiliki dampak bagi pemilik usaha. Oleh karena itu, ia memilih untuk membaca UU Cipta Kerja secara keseluruhan terlebih dahulu. "Sudah pasti akan berpengaruh juga untuk semua orang yang punya usaha dan harus dibaca penuh dulu," lanjutnya.

Selain itu, Ruben juga turut menyoroti soal pendemo yang turun untuk menolak omnibus law UU Cipta Kerja. "Kalau saya sih ya, ya apapun hasilnya nanti kita lihat aja gitu," tutur Ruben Onsu. "Jadi kalau yang mendemo ya kita harus menghormati mereka, karena itu 'kan namanya perbedaan pendapat."

"Boleh dong gitu ya, maksudnya ada ketidaksepakatan itu juga boleh," tambahnya. Artikel ini merupakan bagian dari KG Media. Ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *