Indonesia Timur Akan Jadi Fokus Pembangunan Konektivitas Angkutan Laut

Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Agus H. Purnomo mengatakan, pemerintah akan fokus membangun konektivitas transportasi laut di wilayah Indonesia Timur. Menurutnya, saat ini 90 persen angkutan kargo diangkut melalui jalur transportasi laut dan berlayar melewati wilayah Indonesia. "Maka dari itu, kita harus menyiapkan langkah langkah dalam membangun konektivitas transportasi laut agar lebih kompetitif dan terintegrasi," ucap Agus dalam webinar Transportasi untuk Merajut Keberagaman, Senin (24/8/2020).

Ia mengatakan, saat ini terdapat 636 pelabuhan yang terdiri dari 28 pelabuhan utama, 164 pelabuhan pengumpul, 166 pelabuhan pengumpang regional dan 278 pelabuhan pengumpan lokal yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan konektivitas transportasi laut. "Tetapi untuk meningkatkan konektivitas ini, dibutuhkan sumber daya mulai dari manusianya serta sarana dan prasarana pendukung ldi pelabuhan serta kapal," ujar Agus. Selain itu Agus juga menjelaskan, perlu juga adanya pendanaan dari pemerintah maupun swasta untuk membangun transportasi laut lebih kompetitif dan dapat menjadi lebih baik.

"Kemenhub saat ini berencana untuk membangun 1.321 pelabuhan dengan 55 terminal, yang merupakan bagian dari pelabuhan umum sebagai sarana pendukung konektivitas angkutan laut," ujar Agus. Dengan begitu, lanjut Agus, akan ada pemerataan yang membuat seluruh wilayah Indonesia bisa menikmati aksesibilitas melalui jalur laut. "Kami juga terus meningkatkan sistem layanan angkutan laut dalam negeri seperti inaportnet, e ticketing dan gate ini. Hal ini untuk memberikan kemudahan dalam menggunakan angkutan laut," kata Agus.

Write a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *