Kisah Klasik Kegagalan AC Milan Boyong Pedri, Gerak Lambat Rossoneri jadi Penghambat

Superskor

Kisah lama soal kegagalan AC Milan untuk merekrut winger muda potensial, Pedri diungkapkan oleh mantan Direktur Olahraga Las Palmas, Rocco Maiorino. Tepatnya pada bursa transfer musim panas tahun lalu, Rossoneri berkeinginan untuk memboyong talenta 18 tahun itu sebelum akhirnya memilih untuk bergabung ke Barcelona. Dikisahkan oleh Rocco Maiorino, sebelum memutusakn untuk menerima pnangan klub asal Catalunya, Pedri terlebih dahulu mendapatkan banyak tawaran, termasuk dari AC Milan dan Atletico Madrid.

Pedri memang memberikan penampilan yang mengejutkan bersama Barcelona musim ini. Meskipun baru berusia 18 tahun, namun kemampuannya dalam mengkoordinir penyerangan wajib diacungi jempol. Kemitraannya bersama Lionel Messi pun nampak padu, dan beberapa kali berhasil menciptakan gol di waktu waktu krusial Barcelona.

Musim ini Pedri melakoni debut pertamanya bersama Blaugrana pada September 2020. Kala itu peamin yang beroperasi di sektor winger itu memulai pertandingan sebagai pemain cadangan, dan menggantikan peran dari Philippe Coutinho. Pedri sendiri di musim ini mencetak gol pertamanya bagi Barcelona di ajang Liga Champions, tepatnya pada fase grup berhadapan dengan Ferencvaros.

Namun terlepas dari hal tersebut terdapat kisah klasik lama yang menguak kenyataan bahwa Pedri nyaris bergabung ke AC Milan. Tepatnya pada bursa transfer musim lalu, AC Milan dan pihak La Palmas menjalin hubungan terkait kesepakatan kepindahan Pedri ke publik San Siro. "Ada dua yang berminat memboyongnya saat itu, Atletico Madri dan AC Milan, saya ingat bagaimana saya harus menjaga hubungan dengan AC Milan<" terang Rocco Maiorino, dikutip dari laman Sempre Milan .

"Saya memiliki tugas dan tanggung ajwab untuk melakukan itu." Namun sayang, gerak lambat Rossoneri menjadi penghambat mereka untuk mendapatkan tanda tangan Pedri. Las Palmas yang sangat membutuhkan pemasukan dana segar tak sabar menunggu jawaban pasti dari Rossoneri.

Imbasnya, klub memilih untuk menjualnya di saat itu ialah 5 juta euro. "Saya ingat, Rossoneri menemui kami di Malaga, namun merek tak cukup cepat untuk membuat keputusan terkait kesepakatannya." "Sedangkan saya memiliki tugas untuk menghasilkan uang secepat mungkin atas penjualan Pedri."

Namun nasi telah menajdi bubur, Pedri kini menajd bagian dari masa depan barcelona. Usianya yang masih belia plus kemampuan yang terus berkembang menajdikan Pedri diprediksi memiliki masa depan yang cerah di publik Camp Nou. Sedangkan AC Milan sendiri diketahui memang banyak mendatangkan pemain muda di bawah kendali Stefano Pioli.

Juru taktik asal Italia itu memilih untuk mengkombinasikan pemain muda dnegan yang berpengalaman. Rossoneri sendiri memilikis epak terjang yang menjanjikan di Liga Italia. Mereka menutup tahun 2020 dnegan menyabet gelar Capolista, alias pemuncak klasemen sementara Liga Italia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *