Maskapai Boleh Angkut Penumpang di Atas 70 Persen Kapasitas, Syaratnya Ini

Bisnis

Kementerian Perhubungan baru baru ini menerbitkan Surat Edaran (SE) No 3 Tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi Udara di tengah pandemi Covid 19. SE yang berlaku sejak 9 Januari 2021 hingga 25 Januari 2021 tersebut memperbolehkan maskapai penerbangan mengisi kapasitas penumpang lebih dari 70 persen. Juru Bicara Kemenhub Adita Irawati menyebutkan, diperbolehkannya maskapai penerbangan mengangkut penumpang dengan kapasitas lebih dari 70 persen bukan berarti boleh mengangkut penumpang 100 persen.

"Dalam aturan baru ini, maskapai juga masih diwajibkan untuk menyediakan tiga baris kursi yang dikosongkan untuk area karantina," ujar Adita dalam keterangannya, Kamis (14/1/2021). Ia juga mengatakan, area karantina ini diperuntukan untuk penumpang pesawat yang menunjukan gejala batuk, pilek ataupun demam saat melakukan perjalanan. "Tentunya ini bukan berarti maskapai boleh mengangkut 100 persen kapasitas penumpang, tetapi mereka dapat menentukan sendiri kapasitas yang ingin diangkut," ucap Adita.

Meski ada pelonggaran terkait kapasitas angkut penumpang ini, lanjut Adita, tentunya harus tetap mempertimbangkan syarat kesehatan penumpang yang sudah diperketat. "Aturan pengetatan penumpang pesawat sendiri, seperti dilarang makan, berbicara dan melepas masker saat penerbangan berlangsung," kata Adita. Menurutnya, bila mengacu pada Asosiasi Angkutan Udara Internasional atau IATA memang tidak diwajibkan melakukan physical distancing di dalam pesawat. Tetapi dengan catatan menggunakan masker dan maskapai melakukan sterilisasi kabin dan pesawat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *